Pasangan mata uang EUR/USD diperdagangkan relatif tenang pada hari Selasa, mengabaikan berbagai peristiwa makroekonomi. Menjelang malam, situasi geopolitik memanas hingga ke titik tertinggi, dan laporan mulai bermunculan dari AS mengenai kemungkinan serangan nuklir terhadap Iran. Namun, skenario terburuk tidak terwujud. Awalnya, Donald Trump mengumumkan bahwa Iran telah setuju untuk membuka Selat Hormuz selama dua minggu, dan kemudian pejabat Iran menyatakan bahwa Washington telah menerima semua persyaratan dan bahkan menyatakan kemenangan penuh dalam perang. Bagaimanapun juga, konflik ini berada dalam status jeda selama dua minggu lagi, dan serangan rudal dihentikan selama periode tersebut. Harga minyak dan gas langsung anjlok, begitu pula mata uang AS, yang tidak lagi dibutuhkan para trader sebagai aset lindung nilai. Semua ini logis dan dapat diprediksi; hanya saja disayangkan bahwa perkembangan seperti ini mustahil untuk diperkirakan sebelumnya. Namun, konflik ini belum dapat dianggap berakhir, meski pasar telah memperoleh jeda selama dua minggu.

Pada time frame 5 menit, dua sinyal trading terbentuk pada hari Selasa, tetapi pergerakan yang paling menarik terjadi pada hari Rabu. Pada sesi Asia hari Rabu, pasangan EUR/USD melonjak tajam seiring meredanya eskalasi perang di Timur Tengah dan dibukanya kembali Selat Hormuz. Trader pemula dapat mengeksekusi sinyal beli pertama dengan cukup aman di area 1.1527–1.1531.
Pada time frame per jam, tren naik kembali berubah karena faktor geopolitik, dan pergerakan pasangan ini selanjutnya akan bergantung pada faktor geopolitik yang sama. Pasar terus bergerak hampir semata-mata karena geopolitik dan emosi. Oleh karena itu, pergerakan seperti "rollercoaster" bisa berlanjut untuk waktu yang lama, sementara itu faktor makroekonomi, teknikal, dan fundamental menjadi kurang signifikan. Trump sendiri secara terus-menerus memicu penurunan maupun lonjakan pada dolar AS.
Pada hari Rabu, para trader pemula dapat mempertimbangkan posisi jual jika harga terkonsolidasi di bawah area 1,1655–1,1666, dengan target di 1,1584–1,1591. Pantulan harga dari area 1,1655–1,1666 akan membuka peluang posisi beli dengan target di 1,1745–1,1754.
Pada time frame 5 menit, level-level yang perlu diperhatikan mencakup 1,1267–1,1292, 1,1354–1,1363, 1,1413, 1,1455–1,1474, 1,1527–1,1531, 1,1584–1,1591, 1,1655–1,1666, 1,1745–1,1754, 1,1830–1,1837, 1,1899–1,1908. Pada hari Rabu, notulen rapat terakhir Federal Reserve akan dipublikasikan di AS, yang kemungkinan besar tidak terlalu menarik minat pelaku pasar, sementara di Zona Euro akan dirilis laporan penjualan ritel. Kami memperkirakan bahwa hari ini pasar akan berada dalam kondisi euforia dan terus bereaksi terhadap gencatan senjata sementara antara Iran dan AS.
Level harga support dan resistance adalah level-level yang menjadi target ketika membuka posisi beli atau jual. Level Take Profit dapat ditempatkan di sekitar area tersebut.
Garis merah menggambarkan saluan atau garis tren yang menunjukkan tren saat ini dan mengindikasikan arah yang lebih disarankan untuk trading saat ini.
Indikator MACD (14,22,3) – histogram dan garis sinyal – adalah indikator pendukung yang juga dapat digunakan sebagai sumber sinyal.
Pidato dan laporan penting (selalu tercantum dalam kalender berita) dapat berdampak signifikan terhadap pergerakan pasangan mata uang. Oleh karena itu, pada saat rilis data tersebut, trading harus dilakukan dengan sangat hati-hati, atau trader sebaiknya keluar sementara dari pasar untuk menghindari pembalikan harga tajam yang berlawanan dengan pergerakan sebelumnya.
Trader pemula di pasar forex perlu ingat bahwa tidak setiap transaksi akan berakhir dengan profit. Penyusunan strategi yang jelas dan manajemen risiko (money management) yang efektif adalah kunci keberhasilan trading jangka panjang.
TAUTAN CEPAT